COVID: Pemicu penyakit parah pada anak-anak yang diidentifikasi dalam penelitian kecil
HEalth

COVID: Pemicu penyakit parah pada anak-anak yang diidentifikasi dalam penelitian kecil

Para peneliti telah mengidentifikasi kemungkinan pemicu sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak (MIS-C) dan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS) terkait dengan COVID-19, menurut sebuah penelitian kecil di Australia.

Studi peer-review, yang diterbitkan pada hari Senin di jurnal Nature Communications, mendokumentasikan mekanisme yang tampaknya diaktifkan pada anak-anak yang sakit parah dengan COVID-19. Para peneliti menyarankan bahwa pembekuan darah dan bagaimana protein bereaksi terhadap virus adalah pemicu utama infeksi serius. Para peneliti berharap pada akhirnya bisa membantu diagnosis dini dan perawatan khusus.

“Penelitian kami adalah yang pertama mengungkap pembekuan darah spesifik dan jalur protein kekebalan yang berdampak pada anak-anak dengan COVID-19 yang mengembangkan gejala serius,” rekan penulis Conor McCafferty, peneliti Murdoch Children’s Research Institute (MCRI) dan mahasiswa PhD Universitas Melbourne. , kata dalam sebuah pernyataan.

MIS-C adalah reaksi peradangan dalam tubuh yang dapat mempengaruhi banyak organ, termasuk jantung, paru-paru, ginjal, dan otak. Gejalanya meliputi demam, sakit perut, muntah, pusing atau pusing, mata merah, dan ruam kulit. Meskipun jarang, penyakit ini dapat terjadi pada anak usia sekolah dalam minggu-minggu setelah infeksi COVID-19, dan memiliki kesamaan dengan penyakit Kawasaki dan sindrom syok toksik, sehingga diagnosis cepat menjadi sulit. MIS-C bisa sangat serius, tetapi dapat diobati.

Sedangkan ARDS adalah bentuk kerusakan paru-paru serius yang disebabkan oleh penumpukan cairan di paru-paru, sehingga memotong jumlah oksigen darah dalam tubuh ke tingkat yang berbahaya. Sementara kurang dari dua persen anak-anak dengan COVID-19 dirawat di perawatan intensif (dalam penelitian ini, atau di Australia?), COVID-19 ARDS adalah salah satu penyebab utama dalam kasus-kasus serius ini, kata surat kabar itu.

Untuk penelitian ini, 54 sampel darah dikumpulkan. Dua puluh dari anak-anak sehat, lima dari pasien COVID-19 ARDS, dan 29 dari pasien MIS-C. Karena sampel kontrol yang sehat diambil sebelum pandemi, peneliti yakin sampel tersebut tidak terpapar COVID-19. Tidak ada pasien MIS-C yang memiliki kondisi yang sudah ada sebelumnya, sementara satu pasien COVID-19 ARDS menderita anemia sel sabit dan yang lainnya menderita leukemia.

“Keterbatasan signifikan dalam menafsirkan hasil pada populasi ARDS COVID-19 kami adalah ukuran sampel yang rendah dibandingkan dengan kelompok lain, yang mencerminkan kelangkaan ARDS COVID-19 pada anak-anak di Australia,” catat para peneliti dalam penelitian tersebut.

Para ilmuwan menggunakan teknik penemuan proteomik, yang digunakan untuk mengumpulkan informasi tentang semua protein dalam sampel. Teknik ini berarti ratusan protein yang beredar dalam darah dianalisis. Delapan puluh lima protein ditemukan yang spesifik untuk MIS-C dan 52 untuk ARDS COVID-19.

Temuan ini konsisten dengan penelitian sebelumnya, para peneliti mencatat dalam penelitian ini, tetapi mereka menggunakan teknik yang menyelidiki protein tertentu, yang bertentangan dengan menganalisis ratusan protein bersama-sama.

“Studi kami memberikan dasar untuk studi masa depan dengan akses ke jumlah sampel yang lebih besar untuk memperluas penelitian kami,” tulis para penulis dalam penelitian tersebut.

“Studi kami juga hanya menggunakan teknik penemuan proteomik dan, sementara kami telah menetapkan dasar untuk penelitian lebih lanjut, analisis protein yang ditargetkan akan diperlukan sebelum pekerjaan ini dapat diimplementasikan secara klinis.”

Hasilnya membantu para ilmuwan lebih memahami proses yang mendasari COVID-19 parah pada anak-anak, kata para peneliti.

“Mengetahui mekanisme yang terkait dengan COVID-19 parah pada anak-anak dan bagaimana pembekuan darah dan sistem kekebalan pada anak-anak bereaksi terhadap virus akan membantu mendiagnosis dan mendeteksi kasus COVID-19 akut dan memungkinkan kami mengembangkan pengobatan yang ditargetkan,” Vera Ignjatovic, seorang profesor di MCRI, kata dalam sebuah pernyataan.

Pengeluaran SGP Hari Ini hari ini dan pada mulanya yang sudah kami catat pada tabel data sgp prize paling lengkap ini tentu punyai banyak kegunaan bagi pemain. Dimana melalui data sgp harian ini pemain bisa menyaksikan ulang semua hasil pengeluaran sgp tercepat dan teranyar hari ini. Bahkan togelmania mampu menyaksikan ulang semua nomer pengeluaran togel singapore yang telah dulu terjadi sebelumnya. Data sgp paling lengkap sajian kami ini tentu selamanya mencatat seluruh nomor pengeluaran singapore yang sah bagi pemain.

Dengan memakai Info information pengeluaran sgp prize paling lengkap ini, Tentu para pemain mendapatkan kemudahan mencari sebuah no hoki. Pasalnya pengeluaran sgp hari ini pada tabel knowledge togel sgp result paling lengkap ini kerap digunakan pemain untuk memenangkan togel singapore hari ini. Namun tetap saja para togelers mesti lebih berhati-hati di dalam mencari Info information togel singapore pools ini. Pasalnya tidak semua web site pengeluaran sgp teranyar menyajikan data singapore yang sebenarnya. Kesalahan informasi togel singapore ini pasti bisa mengakibatkan prediksi sgp jitu jadi tidak akurat bagi para pemain.

Pengeluaran SDY 2022 sebetulnya memiliki kegunaan mutlak sehingga selamanya dicari oleh para pemain togel singapore. Dimana para master prediksi togel jitu samasekali terhitung tetap butuh knowledge sgp prize 2022 paling lengkap. Pasalnya untuk membuat sebuah angka main togel singapore yang jitu, Dibutuhkan sumber informasi hasil keluaran sgp sah hari ini. Itulah mengapa semua situs keluaran sgp tercepat maupun bandar togel singapore online wajib melakukan pengkinian nomor singapore berdasarkan singaporepools. Seperti yang kami ketahui, Satu-satunya pihak yang mengendalikan togel sgp di dunia adalah situs resmi singapore pools itu sendiri.