Novak Djokovic: Penghakiman dalam kasus visa Australia
Sports

Novak Djokovic: Penghakiman dalam kasus visa Australia

SYDNEY –

Berikut adalah perintah pengadilan yang dikeluarkan pada hari Senin setelah Novak Djokovic berhasil menantang pembatalan visa kedatangannya oleh pemerintah Australia minggu lalu.

Petenis nomor satu dunia Djokovic, penentang vokal mandat vaksin COVID-19, telah berada di tahanan imigrasi di sebuah hotel Melbourne sejak Kamis setelah visanya dibatalkan karena masalah dengan pembebasan medisnya dari vaksinasi.

Djokovic dibebaskan dari penahanan imigrasi pada Senin malam, dengan pemerintah diperintahkan untuk membayar biayanya.

Dalam teks di bawah ini, Pemohon adalah Djokovic dan Termohon adalah Menteri Dalam Negeri.

PENGADILAN MEMINTA BAHWA:

1. Keputusan delegasi untuk membatalkan visa Aktivitas Sementara pemohon (subclass 408) yang dibuat pada tanggal 6 Januari 2022 dibatalkan.

2. Termohon membayar biaya Pemohon (termasuk biaya yang dipesan), sebagaimana disepakati atau dinilai.

3. Termohon segera mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menyebabkan:

3.1. Pemohon untuk segera dan segera dibebaskan dari detensi imigrasi dan tidak terbatas pada itu, pembebasan tersebut harus terjadi selambat-lambatnya 30 menit setelah dibuatnya Perintah ini; dan

3.2. paspor Pemohon dan semua barang pribadi lainnya untuk dikembalikan kepadanya sesegera mungkin setelah pembuatan Perintah ini.

CATATAN:

A. Termohon mengakui bahwa keputusan delegasi untuk melanjutkan wawancara dan membuat keputusan untuk membatalkan visa pemohon sesuai dengan (bagian) 116 Undang-Undang Migrasi 1958 (Persemakmuran) tidak masuk akal dalam keadaan di mana:

(1) pada pukul 5:20 pada tanggal 6 Januari 2022 pemohon diberitahu bahwa ia dapat memiliki waktu hingga pukul 08:30 untuk memberikan komentar sebagai tanggapan atas pemberitahuan niat untuk mempertimbangkan pembatalan berdasarkan (pasal) 116 dari Undang-Undang Migrasi 1958 (Persemakmuran);

(2) sebaliknya, komentar pemohon kemudian dicari sekitar pukul 6:14 pagi

(3) keputusan delegasi untuk membatalkan visa pemohon dilakukan pada pukul 07.42;

(4) pemohon dengan demikian ditolak sampai pukul 8.30 pagi untuk memberikan komentar;

(5) seandainya pemohon diizinkan sampai pukul 8:30 pagi, ia dapat berkonsultasi dengan orang lain dan mengajukan lebih lanjut kepada delegasi tentang mengapa visanya tidak boleh dibatalkan.

B. Perintah ini diucapkan secara lisan dalam sidang terbuka pada pukul 17.16 pada hari Senin, 10 Januari 2022.

C. Pengadilan diberitahu oleh termohon, melalui nasihatnya atas instruksinya, bahwa Menteri Imigrasi, Kewarganegaraan, Layanan Migran dan Urusan Multikultural dapat mempertimbangkan apakah akan menggunakan kuasa pembatalan pribadi sesuai dengan sub-bagian 133C(3) dari Undang-Undang Migrasi 1958 (Persemakmuran)

(Laporan oleh John Mair)

Posted By : hongkong prize