Puing-puing yang membara, lumpur menghalangi penyelamatan gunung berapi Indonesia
Brody

Puing-puing yang membara, lumpur menghalangi penyelamatan gunung berapi Indonesia

LUMAJANG, INDONESIA — Tim penyelamat sedang mencari korban selamat pada Minggu di lereng gunung berapi tertinggi di pulau Jawa, Indonesia, setelah diguncang oleh letusan yang menewaskan sedikitnya 13 orang, karena puing-puing yang membara dan lumpur tebal menghambat upaya mereka.

Gunung Semeru di kabupaten Lumajang di provinsi Jawa Timur memuntahkan kolom abu tebal lebih dari 12.000 meter (40.000 kaki) ke langit, dan gas yang membakar dan lava mengalir turun setelah letusan tiba-tiba Sabtu dipicu oleh hujan lebat. Desa-desa dan kota-kota terdekat diselimuti abu yang jatuh dan beberapa dusun terkubur di bawah berton-ton lumpur dari puing-puing vulkanik.

Pihak berwenang memperingatkan ribuan orang yang melarikan diri dari murka gunung berapi untuk tidak kembali selama jeda aktivitas hari Minggu. Tetapi beberapa penduduk desa putus asa untuk memeriksa ternak dan harta benda yang ditinggalkan. Di beberapa daerah, semuanya — mulai dari cabang pohon tertipis hingga sofa dan kursi di dalam rumah — diselimuti abu.

“Tidak ada kehidupan di sana … pohon, pertanian, rumah hangus, semuanya tertutup abu abu tebal,” kata Haryadi Purnomo dari SAR Jawa Timur. Dia mengatakan bahwa beberapa daerah lain hampir tidak tersentuh.

Upaya pencarian dan penyelamatan dihentikan sementara pada Minggu sore karena kekhawatiran abu panas dan puing-puing bisa jatuh dari kawah karena hujan lebat.

Puing-puing dan lahar bercampur dengan curah hujan membentuk lumpur tebal yang menghancurkan jembatan utama yang menghubungkan Lumajang dan kabupaten tetangga Malang, serta jembatan yang lebih kecil, kata Thoriqul Haq, Bupati Lumajang.

Letusan tersebut mengurangi tekanan yang telah dibangun di bawah kubah lava yang bertengger di kawah. Tetapi para ahli memperingatkan bahwa kubah itu masih bisa runtuh lebih jauh, menyebabkan longsoran gas yang melepuh dan puing-puing yang terperangkap di bawahnya.

Badai petir dan hujan berhari-hari, yang mengikis dan merobohkan sebagian kubah di atas Semeru setinggi 3.676 meter (12.060 kaki), memicu letusan, kata Eko Budi Lelono, kepala pusat survei geologi.

Semeru, stratovolcano berbentuk kerucut, juga dikenal sebagai Mahameru, yang berarti “Gunung Besar” dalam bahasa Sansekerta. Ini telah meletus berkali-kali selama 200 tahun terakhir. Namun, seperti gunung berapi lainnya — merupakan salah satu dari 129 yang diawasi di Indonesia, negara kepulauan terbesar di dunia — lebih dari 62.000 orang menyebut lereng subur Sumeru sebagai rumah. Terakhir meletus pada Januari, tanpa korban.

Indonesia, negara kepulauan berpenduduk lebih dari 270 juta orang, rentan terhadap gempa bumi dan aktivitas vulkanik karena terletak di sepanjang “Cincin Api” Pasifik, serangkaian garis patahan berbentuk tapal kuda. Saat ini 54 persen dari hampir 270 juta penduduk negara itu tinggal di Jawa, wilayah terpadat di negara itu.

Para pejabat mengatakan sebelumnya bahwa mereka berharap mereka dapat menghindari korban dengan memantau gunung berapi secara dekat.

Juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana Abdul Muhari mengatakan 57 orang telah dirawat di rumah sakit, kebanyakan dengan luka bakar, masalah pernapasan dan cedera lainnya. Dia mengatakan tim penyelamat masih mencari tujuh warga desa Curah Kobokan.

Lebih dari 900 penduduk desa mengalir ke tempat penampungan darurat darurat setelah letusan dahsyat hari Sabtu, tetapi banyak orang lain yang menentang peringatan resmi dan memilih untuk tetap tinggal di rumah mereka, mengatakan bahwa mereka harus merawat ternak mereka dan melindungi harta benda mereka, kata Purnomo.

“Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk mengevakuasi mereka dengan menyiapkan truk dan sepeda motor agar mereka dapat melarikan diri kapan saja,” katanya.

Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan dia menginstruksikan menteri Kabinet dan pejabat bencana dan militer untuk mengoordinasikan tanggapan.

——–

Karmini reported from Jakarta, Indonesia.


Posted By : keluaran hongkong malam ini